Selamat Datang di Blog HIMASTA ITS

akses informasi yang semakin mudah tidak membuat HIMASTA ITS untuk lengah menghadapinya. blog ini hadir akan "hausnya" informasi mengenai kiprah HIMASTA ITS sekarang dan keinginan tulus kami untuk senantiasa berbagi pada warga dan stakeholders yang turut membangun HIMASTA ITS ini.
semoga ini akan menjadi media komunikasi yang baik dan bermanfaat bagi seluruh warga HIMASTA ITS khususnya dan Bangsa serta Negara Indonesia yang kucintai.
Tampilkan postingan dengan label Station. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Station. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Februari 2010

HIMASTA Gelar Penyisihan StaTion di Denpasar


Sebanyak 1064 siswa SMA mengikuti babak penyisihan Statisctics Competiton (StaTion) 2010 yang serentak dilaksanakan di delapan kota se-Jawa dan Bali , Minggu (31/1).  

Denpasar, ITS Onine - Denpasar menjadi salah satu kota tempat diselenggarkannya babak penyisihan StaTion 2010, selain Jakarta, Yogyakarta, Pamekasan, Malang, Madiun, Jember, dan Surabaya. Bertempat di SMA Negeri 1 Denpasar, babak penyisihan StaTion 2010 regional Denpasar diikuti oleh segenap siswa dari berbagai SMA di Bali.


“Antusiasme siswa-siswa di Bali mengikuti StaTion 2010, khususnya Denpasar, cukup besar. Mengingat StaTion 2010 merupakan StaTion perdana yang kami selenggarakan,” ujar Fourina Ayu Novianti, panitia inti StaTion 2010 regional Denpasar. “Jika ditotal, peserta se-Jawa dan Bali ada 532 tim, dimana satu tim terdiri dari dua orang,” tambahnya.

Menurut Fourina, mendapatkan peserta sejumlah itu bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, sejumlah jurusan di ITS juga menggelar event yang serupa. Seperti Jurusan Matematika yang akan menghelat Olimpiade Matematika ITS, Jurusan Kimia yang akan menggelar National Chemistry Chalenge, atau Jurusan Teknik Mesin dengan Mechanical Competition-nya yang akan diselenggarakan beberapa pekan mendatang. “Itu artinya kami harus berebut peserta dengan jurusan-jurusan lain di ITS,” imbuh mahasiswa angkatan 2008 ini.

Terselenggaranya babak penyisihan StaTion 2010 di delapan kota se-Jawa dan Bali, dimanfaatkan oleh Himpunan Mahasiswa Statistika (Himasta) untuk melakukan roadshow. “Roadshow ini bertujuan untuk mengenalkan Jurusan Statistika ITS ke siswa-siswa SMA, mengingat belum banyak siswa SMA yang mengetahui tentang prospek lulusan Jurusan Statistika,” ujar Dana Setiawan selaku Kepala Departemen Hubungan Masyarakat Himasta, yang kebetulan juga menjadi panitia regional Denpasar.

Pada akhir acara didapat tim dengan skor tertinggi, yaitu tim yang berasal dari SMA Negeri 5 Denpasar. Adalah Rahmadya Karisma Haris dan Ni Putu Paramitha Cintya Devi yang tergabung dalam tim tersebut. “Tentu saja perasaan kami senang. Bisa berangkat ke ITS mewakili sekolah kami adalah kebanggaan tersendiri,” ujar Rahmadya. Tim inilah yang nantinya akan mewakili regional Denpasar untuk mengikuti babak Semifinal yang akan dihelat di Jurusan Statistika pada Sabtu (6/2) mendatang. (sat/fay)





Free counters







Jumat, 09 Februari 2007

Adu Analisis di Final StaTion 2010

Setelah berhasil lolos dari babak penyisihan dan semifinal, akhirnya lima tim yang menjadi finalis Statistics Competition 2010 kembali berkompetisi untuk memperebutkan posisi juara pada Minggu (7/2). Kali ini para finalis tak lagi diminta untuk menjawab soal statistika berbentuk pilihan ganda atau essay. Kepekaan mereka dalam menganalisis data dan menarik kesimpulan diuji di tahap final kompetisi yang dihelat oleh Himasta ITS ini. 

Statistika, ITS Online - SMAN 3 Semarang, SMAN 2 Madiun, SMAN 1 Pamekasan, SMAN 2 Lumajang, dan SMAN 2 Kediri adalah tim yang berhasil menjadi finalis pada kompetisi ini. Kelima tim ini berhasil menyisihkan 522 tim lainnya yang telah mengikuti babak penyisihan di delapan regional se-Jawa dan Bali pada Minggu (31/1) dan babak semifinal pada Sabtu (6/2).

Babak final ini dibagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, para finalis disajikan data-data yang wajib dianalisis. Finalis diberi kebebasan untuk mengeksplor data yang ada, sehingga pada akhirnya data tersebut dapat menjadi sesuatu yang informatif. Sedangkan babak kedua merupakan babak studi kasus, dimana para peserta wajib memecahkan suatu kasus yang diberikan oleh dewan juri dengan metode statistika.

Dihadirkan pula para dewan juri yang memang merupakan seorang profesional di bidang statistika, sebagai perwujudan tema Statistical Thinking For Best Generation yang diusung dalam acara ini. Para dewan juri tesebut antara lain Drs Kresnayana Yahya MSc, Prof Nur Iriawan, dan Edy Sulistyawan SSi MSi. 

Nur Iriawan mengungkapkan bahwa melalui kompetisi ini, selain mengasah kemampuan akademik, para siswa SMA juga diajak untuk menganalisis suatu masalah menggunakan metode statistika."Sehingga siswa SMA dapat mulai berpikir tentang bagaimana menganalisis permasalahan negara, sampai akhirnya dapat memperoleh solusi bagi permasalahan tersebut," imbuh dosen sekaligus guru besar jurusan Statistika ITS ini.

Kemampuan para siswa SMA untuk menganalisis data dan mengolahnya hingga mencapai kesimpulan, sangat disoroti oleh Kresnayana Yahya. "Terbukti bahwa materi statistika yang diajarkan pada saat SMA hanya sampai pada tahap menghitung, belum sampai pada reasoning dan uji kelayakan. Terlihat dari kurangnya kepekaan siswa dalam menganalisis permasalahan yang tersirat dalam data," ungkap Kresnayana. Harapan Kresnayana adalah ketika di bangku SMA para siswa sudah diajarkan bagaimana caranya menganalisis, sehingga didalam pengambilan keputusan siswa lebih rasional. "Disitulah peranan ilmu statistika, yang memang bisa diterapkan di semua bidang," tambah dosen jurusan Statistika sekaligus Komisaris PT Petrokimia ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Edy Sulistyawan yang pernah menempuh studi di jurusan Statistika ITS pada tahun 1993 silam. Edy mengatakan bahwa seharusnya sejak SMA sudah dikenalkan tentang metodologi, sehingga dalam menganalisis suatu permasalahan tidak lagi mengalami kesulitan. "Melalui kompetisi ini setidaknya telah mengajak siswa SMA untuk mulai belajar menganalisis dan menyimpulkan suatu masalah," ujar Dikrektur Pro-Media Consulting ini. Ketiga dewan juri sepakat bahwa tahun depan acara ini wajib dilaksanakan kembali, bahkan lingkupnya meluas menjadi tingkat nasional.

Pada akhir acara, kemenangan berhasil dibawa pulang oleh tim yang berasal dari SMAN 3 Semarang. Tim ini berhasil memboyong Piala Rektor dan uang tunai sebesar lima juta rupiah. "Tidak rugi kami naik travel sekitar 10 jam dari Semarang. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada para panitia dan dewan juri," ujar Kevin Mandira Limanta, salah seorang perwakilan tim dari SMAN 3 Semarang.

Sukses pada Gelaran Perdana
Dengan konsep yang berbeda, tahun-tahun sebelumnya acara ini diberi tajuk Olimpiade Statistika (Olstat). Sebelumnya, Olstat merupakan suatu ajang kompetisi karya tulis dengan tema statistika. Kala itu siswa SMA yang tertarik di bidang karya tulis tidak banyak, apalagi yang bertema statistika. "Itu salah satu alasan kami merubah konsep dan nama menjadi Statistics Competitiotn (StaTion)," ungkap Bin Hariyati selaku Ketua Panitia StaTion 2010.

Menurut mahasiswa angkatan 2008 ini, panitia memang memulai semuanya dari nol. "Dari mulai pencarian dana yang sulit, hingga pada akhirnya panitia memutuskan untuk membuka stand pendaftaran langsung di delapan regional. Saat ini kami justru memperoleh profit yang jumlahnya cukup banyak," tuturnya. Seperti harapan para dewan juri, Nana pun berharap bahwa kegiatan ini dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dengan lingkup yang lebih luas, yaitu nasional. 

Harapan untuk dilajutkan dan dikembangkannya StaTion menjadi tingkat nasional tak hanya diungkapkan para dewan juri dan Nana saja. Aditya Rangga Prakoso selaku Ketua Himpunan Mahasiswa juga mengharapkan hal yang sama. "Semua tergantung kepengurusan tahun depan. Namun saya sangat berharap keberlajutan StaTion di tahun-tahun mendatang. Kalau bisa menjadi tingkat nasional," ungkap Aditya. (sat/bah)





Free counters